Koleksi: Oven Uap Komersial | Oven Kombi untuk Restoran, Toko Roti & Dapur Pusat

Tentang Oven Uap Komersial | Oven Kombi untuk Restoran, Toko Roti & Dapur Pusat

Oven uap komersial, yang juga disebut oven kombi, menggabungkan uap dan konveksi udara paksa dalam satu ruang sehingga dapur dapat mengukus, memanggang, menyangrai, membakar, dan memanaskan kembali dengan satu mesin. Oven ini menggunakan loyang Gastronorm standar, mulai dari sekitar 6 loyang 1/1 GN untuk kafe hingga 20 loyang 1/1 GN untuk layanan katering dan toko roti bervolume tinggi, dengan pengaturan suhu biasanya dari sekitar 30 hingga 300 derajat Celsius. Sistem uap dengan boiler dan tanpa boiler menawarkan tingkat presisi kelembapan yang berbeda, sedangkan model dengan menu yang dapat diprogram dan pembersihan mandiri membantu menjaga konsistensi serta memudahkan pengoperasian dapur besar.

Cara Memilih

  • Kapasitas loyang: mulai dari unit meja 6 loyang 1/1 GN hingga model lantai 10 atau 20 loyang 1/1 GN
  • Jenis uap: dengan boiler atau tanpa boiler, tergantung tingkat presisi kelembapan yang Anda butuhkan
  • Rentang suhu dan mode memasak yang dapat diprogram sesuai menu Anda
  • Catu daya: 220 V satu fase atau 380 V tiga fase, sesuai dengan lokasi pemasangan Anda
  • Pembersihan mandiri, probe suhu inti, dan opsi pengolahan air

Tanya Jawab

T: Apa perbedaan antara oven uap dan oven kombi?
J: Keduanya termasuk dalam keluarga yang sama; oven kombi menggabungkan metode memasak dengan uap dan konveksi dalam satu unit, sedangkan oven uap murni hanya menggunakan uap.

T: Berapa banyak loyang yang saya perlukan?
J: Sebagai panduan umum, unit 6 loyang cocok untuk kafe kecil dan truk makanan, 10 loyang cocok untuk sebagian besar restoran, dan model 20 loyang melayani hotel, rumah sakit, serta katering bervolume tinggi.

T: Berapa rentang suhu oven kombi?
J: Oven kombi komersial biasanya beroperasi dari sekitar 30 hingga 300 derajat Celsius dalam mode uap, konveksi, dan kombinasi.

T: Apakah jenis uap berpengaruh?
J: Model dengan boiler menjaga kelembapan lebih stabil untuk bahan makanan yang sensitif seperti roti dan ikan; model tanpa boiler lebih mudah dirawat dan lebih murah, sekaligus cocok untuk menyangrai dan memanggang secara umum.